Kedai ramen pertama dibuka di Asakusa, Tokyo, tahun 1910.
Racikan ramen ini ternyata disukai. Dalam sehari mereka menyediakan 3.000 mangkuk.
Baca Juga: Ritual Lilin Lotus dan Tarian Budaya Warnai Siripada Festival di Stasiun Tuntang, Siap Hadir?
Lima elemen ramen
Ada lima elemen yang selalu hadir di setiap racikan ramen, yaitu mie, dashi (kuah sup), lemak dan minyak.
Komposisi setiap kedai ramen berbeda-beda. Biasanya ini jadi rahasia dapur kedai ramen.
Untuk kuah menggunakan campuran daging ayam dan babi. Ada juga yang hanya satu jenis daging.
Baca Juga: 10 Tempat Wisata di Malang untuk Mengisi Liburan Akhir Tahunmu
Kuah kaldu ditambahi bumbu konbu, sarden kering, dan sayuran, serta bahan-bahan lainnya.
Mie yang digunakan beragam. Kedai ramen kecil tapi populer biasanya membuat sendiri mienya.
Bentuk mienya ada yang lurus, keriting, terbuat dari gandum atau pun dari terigu.
Baca Juga: Modus Penipuan yang Sering Dialami Turis Asing di Jepang, Marak Terjadi di Masa Nataru
Dalam semangkuk ramen, selain kuah dan mie ditambah beragam topping.
Seperti irisan daging tipis, menma (potongan rebung), daun bawang, telur rebus, jamur, toge dan nori.
Beberapa kadang menambahkan juga jagung pipil, daging dan cabai bubuk.
Baca Juga: Liburan Akhir Tahun di Purbalingga? Aquarium Kansae Siap Jadi Spot Favorit Keluarga
Artikel Terkait
Sudah Go Internasional, Ini 4 Jenis Ramen Terpopuler di Jepang yang Patut Dicoba
5 Variasi Ramen yang Menyegarkan, Perbedaannya di Bahan Dasar Kuah dan Tekstur Mie
5 Tempat Makan Ramen Halal di Tokyo, Rasanya Sama Lezat dan Otentiknya dari yang Lainnya
Ramen-ramen Unik yang Harusnya Paling Mudah Ditemukan di Jepang, Tidak di Tempat Lain
Beragam Olahan Mie dari Jepang, Lebih dari Sekadar Ramen
Sensasi Ramen Pedas yang Menggoda! Bara Ramen dari Haraku Ramen Kini Hadir di Seluruh Indonesia