Upacara Adat di Nusa Tenggara Timur yang Masih Terjaga, dari Tradisi Menjadi Atraksi Budaya Populer

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Kamis, 15 Januari 2026 | 08:30 WIB
Ritus Pasola dilakukan masyarakat Sumba Barat. Upacara diselenggarakan setiap merayakan musim tanam padi.   (exploresumba.com)
Ritus Pasola dilakukan masyarakat Sumba Barat. Upacara diselenggarakan setiap merayakan musim tanam padi. (exploresumba.com)

Kabar BUMN - Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak upacara adat yang masih lestari.

Upacara adat ini tidak hanya seremonial, tapi juga bentuk warisan nilai luhur dari generasi ke generasi.

Bagi pelakunya, upacara adat ini memperkuat identitas, solidaritas, dan hubungan dengan alam dan leluhur.

Setiap suku memiliki upacara adat yang sering menjadi atraksi budaya yang ditunggu turis.

Baca Juga: 3 Coffee Shop Jepang di Jakarta, Punya Seduhan unik yang Menjadi Pembeda dari Lainnya

Ritus Pasola
Ini salah satu upacara adat paling populer dan banyak menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Ritus Pasola dilakukan masyarakat Sumba Barat.

Upacara diselenggarakan setiap merayakan musim tanam padi.

Mereka memohon kemakmuran, pengampunan dan penghormatan pada Marapu.

Baca Juga: Tips Efektif Mengatasi Sakit Perut karena Maag agar Aktivitasmu Tetap Lancar

Tradisi ini berlangsung setahun sekali, yaitu di awal musim tanam, sekitar bulan Februari.

Sesi paling menarik dari tradisi Ritus Pasola adalah perang antar dua kelompok penunggang kuda.

Dengan senjata tombak kayu, setiap penunggang kuda saling berhadap-hadapan sambil melempar senjatanya ke arah lawan.

Pertandingan berlangsung beberapa hari dan ditutup dengan pertunjukan seni Sumba.

Baca Juga: Daftar Minuman Ringan yang Mudah Ditemukan di Supermarket dan Konbini di Jepang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini