Kabar BUMN - Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak upacara adat yang masih lestari.
Upacara adat ini tidak hanya seremonial, tapi juga bentuk warisan nilai luhur dari generasi ke generasi.
Bagi pelakunya, upacara adat ini memperkuat identitas, solidaritas, dan hubungan dengan alam dan leluhur.
Setiap suku memiliki upacara adat yang sering menjadi atraksi budaya yang ditunggu turis.
Baca Juga: 3 Coffee Shop Jepang di Jakarta, Punya Seduhan unik yang Menjadi Pembeda dari Lainnya
Ritus Pasola
Ini salah satu upacara adat paling populer dan banyak menarik wisatawan lokal dan mancanegara.
Ritus Pasola dilakukan masyarakat Sumba Barat.
Upacara diselenggarakan setiap merayakan musim tanam padi.
Mereka memohon kemakmuran, pengampunan dan penghormatan pada Marapu.
Baca Juga: Tips Efektif Mengatasi Sakit Perut karena Maag agar Aktivitasmu Tetap Lancar
Tradisi ini berlangsung setahun sekali, yaitu di awal musim tanam, sekitar bulan Februari.
Sesi paling menarik dari tradisi Ritus Pasola adalah perang antar dua kelompok penunggang kuda.
Dengan senjata tombak kayu, setiap penunggang kuda saling berhadap-hadapan sambil melempar senjatanya ke arah lawan.
Pertandingan berlangsung beberapa hari dan ditutup dengan pertunjukan seni Sumba.
Baca Juga: Daftar Minuman Ringan yang Mudah Ditemukan di Supermarket dan Konbini di Jepang
Artikel Terkait
Perpaduan Unik di Kampung Adat Todo, Flores, Nenek Moyangnya Berasal dari Minangkabau
Upacara Adat Beberapa Suku Bangsa di Indonesia yang Menjadi Atraksi Wisata Karena Keunikannya
Dalami Keindahan Panorama Desa Senaru, Desa di Kaki Gunung Rinjani dengan Rumah Adat Tertua di Lombok
4 Upacara Adat Masyarakat Jawa yang Masih Dijalankan Secara Turun-menurun Karena Faktor Budaya dan Tradisi
4 Desa Adat di Bali dengan Cerita dan Keunikannya Masing-masing
Lebih Dekat dengan Penduduk Asli Banyuwangi, Tradisi, dan Budayanya, di Desa Wisata Adat Osing Kemiren