Di saat upacara, masyarakat bersama-sama berjalan kaki menuju hutan dan masuk ke gua yang jadi pusat kegiatan spiritual.
Di upacara ini berlangsung serangkaian ritual.
Yaitu penyembelihan ayam oleh pemimpin spiritual Marapu, ritual kabena kebbo (melempar kerbau), dan ritual teung (potong kerbau).
Baca Juga: Menjelajah Karaha Bodas Tasikmalaya, Kawah Gunung Api Muda dengan Lanskap Fotogenik
Upacara Lepa Bura
Upacara untuk menyambut panen padi ini dilakukan masyarakat Lamaholot di Kabupaten Lembata, Flores Timur.
Sebelum agama Katolik masuk, upacara ditujukan pada Lera Wulan Tana Eka atau Tuhan Langit dan Bumi.
Sekarang berubah menjadi upacara memuja dan memohon pada Yesus Kristus.
Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Berikut Panduan Kesiapsiagaan untuk Warga
Upacara berlangsung beberapa hari.
Di hari pertama masyarakat berkumpul di rumah kepala desa untuk berdoa dan memberikan persembahan untuk Tuhan.
Mereka juga berpantang dan puasa demi hasil panen yang baik.
Di hari kedua bernyanyi dan menari dan di hari ketiga hasil panen dibagikan pada seluruh masyarakat.***
Artikel Terkait
Perpaduan Unik di Kampung Adat Todo, Flores, Nenek Moyangnya Berasal dari Minangkabau
Upacara Adat Beberapa Suku Bangsa di Indonesia yang Menjadi Atraksi Wisata Karena Keunikannya
Dalami Keindahan Panorama Desa Senaru, Desa di Kaki Gunung Rinjani dengan Rumah Adat Tertua di Lombok
4 Upacara Adat Masyarakat Jawa yang Masih Dijalankan Secara Turun-menurun Karena Faktor Budaya dan Tradisi
4 Desa Adat di Bali dengan Cerita dan Keunikannya Masing-masing
Lebih Dekat dengan Penduduk Asli Banyuwangi, Tradisi, dan Budayanya, di Desa Wisata Adat Osing Kemiren