Sejarah peranakan
Di museum ini orang bisa belajar sejarah keturunan Tionghoa di Tangerang, yang diperkirakan masuk tahun 1407.
Pedagang dan warga Tiongkok ini dipimpin Chen Cie Lung dan mendarat di Teluk Naga.
Jumlahnya mencapai 300 kapal jung dan membawa 30.000 pengikut.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek, Ini 20 Ucapan Pendek yang Bisa Kamu Kirim Sekarang
Mereka inilah yang kemudian menjadi penduduk pertama di kawasan tersebut.
Keturunannya dikenal dengan sebutan Cina Benteng.
Nama yang muncul karena di dekat pemukiman terdapat benteng Belanda.
Baca Juga: Tenggelam dalam Sebuah Buku di Toko Buku Akik, Yogyakarta, yang Sepi dan Tenang
Nama 81 orang dan marga yang ikut membangun kawasan ini dicatatkan di Prasasti Tangga Jamban.
Nama prasasti yang dipamerkan di museum itu diambil dari tempat ditemukannya, yaitu di pinggir kali.
Tepatnya di tangga jamban.
Baca Juga: 5 Menu yang Sebaiknya Dihindari Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Koleksi Sumbangan
Museum Benteng Heritage menyimpan beragam koleksi lama.
Sebagian besar sumbangan dari warga keturunan Tionghoa yang pernah tinggal di kawasan tersebut.
Ada koleksi kamera tua, fonograf Edison tahun 1890, koleksi timbangan opium dari Tiongkok, Jepang, Korea, Indonesia, dan Birma.
Artikel Terkait
Kesakralan Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Alkuturasi Budaya Tionghoa, Melayu, dan Dayak
10 Klenteng Terindah di Indonesia, Punya Arsitektur Menarik Khas Tionghoa
Telusur Sejarah Ratusan Tahun Perkembangan Masyarakat Tionghoa di Museum Tionghoa Soekaboemi
Liem Heritage, Rembang, Jejak Perjalanan Masyarakat Tionghoa Setelah Geger Pecinan Batavia
4 Museum Peranakan Tionghoa di Indonesia, Menyimpan Sejarah Keturunan Tionghoa dari Masa ke Masa