Kabar BUMN - Harga belut di Indonesia termasuk murah tetapi bernilai gizi tinggi.
Proteinnya sebanyak 18,4 gram, lemak 11,7 gram, dan mengandung vitamin A, B12, D dan zat besi.
Kalau dulu belut termasuk hewan tangkapan, sekarang sudah banyak yang membudidayakannya.
Dampak kemudahan memperolehnya, sejumlah daerah di Indonesia memiliki olahan belut yang lezat.
Baca Juga: 4 Tempat Makan di Laweyan, Solo, Selesai Keliling Kampung Batik Bisalah Mampir
Pecak belut
Kuliner tradisional Pemalang, Jawa Tengah ini terbuat dari sambal pecak santan.
Proses pembuatannya, belut digoreng sampai kering, setelah itu disiram dengan sambal santan.
Sambal santan perpaduan sambal terasi, aneka rempah, dan santan.
Pecak belut sering dinikmati dengan daun pepaya, toge, dan ketimun.
Baca Juga: Cegah Bau Badan yang Mengganggu Lingkungan Saat Berolahraga dengan Beberapa Cara Ini
Gulai belut
Menu ini jadi makanan favorit warga setempat terutama di Rantau Panjang, Kabupaten Merangin, Jambi.
Agar tidak amis, serat putih di antara tulang punggung belut ditarik. Belut lalu dipotong-potong.
Gulai belut rasanya gurih dan sangat pedas. Dimakannya dengan pare, daun ubi, daun pakis, dan rimbang.
Artikel Terkait
Ragam Nasi Goreng Khas Nusantara dengan Bahan yang Tidak Umum
Ragam Kuliner Indonesia dengan Ketupat, Bisa Dinikmati Tidak Hanya di Hari Lebaran
Ragam Makanan Probiotik Tradisional Indonesia, Tidak Kalah dari Yoghurt dan Kimchi
Kuliner Indonesia yang Berbahan Baku Daging Bebek, Daging yang Gurih Dipadu Bumbu Terlezat
Ragam Olahan Belut Favorit di Dunia Versi Taste Atlas, Salah Satunya Populer di Indonesia