Kapasitas untuk pribumi mencapai 650 orang, tetapi setiap tahun jumlahnya terus meningkat.
Baca Juga: Satu Jam di Atas Rel, Kereta Wisata Heritage Ambarawa Kini Lebih Hemat di Bulan Kemerdekaan
Pada 1910, jumlah pribumi yang ditahan sampai 600.000 orang.
Sejumlah tokoh perjuangan nasional juga pernah ditahan di Penjara Kalisosok.
Seperti HOS Tjoroaminotot, Soekarno, WR Soepratman, KH Mas Mansyur dan Cak Durasim.
Di sini ada sel khusus bernama waterkasteel atau istana air. Sel ini digenangi air dan diberi banyak lintah.
Baca Juga: Curug Ngebul, Air Terjun “Berasap” di Cianjur yang Bikin Penasaran
Sebagai cagar budaya
Setelah kemerdekaan Indonesia Penjara Kalisosok masih dipergunakan.
Sempat pula menjadi tempat tahanan bagi pengikut PKI sebelum dipindahkan ke tempat lain.
Tidak ada data pasti kapan penjara berhenti beroperasi.
Baca Juga: Rangkaian 15 Ucapan Selamat HUT ke-80 RI yang Cocok untuk Semua Kalangan
Sempat terbengkalai bertahun-tahun, Penjara Kalisosok akhirnya diperbaiki dan menjadi cagar budaya.
Dinding luarnya sudah dicat ulang dan dihiasi mural-mural berwarna cerah dengan tema ceria.
Selain berkeliling penjara, pengunjung juga bisa melihat penjara bawah tangga atau tanah.