ragam

Upacara Adat di Nusa Tenggara Timur yang Masih Terjaga, dari Tradisi Menjadi Atraksi Budaya Populer

Kamis, 15 Januari 2026 | 08:30 WIB
Ritus Pasola dilakukan masyarakat Sumba Barat. Upacara diselenggarakan setiap merayakan musim tanam padi. (exploresumba.com)

Di saat upacara, masyarakat bersama-sama berjalan kaki menuju hutan dan masuk ke gua yang jadi pusat kegiatan spiritual.

Di upacara ini berlangsung serangkaian ritual.

Yaitu penyembelihan ayam oleh pemimpin spiritual Marapu, ritual kabena kebbo (melempar kerbau), dan ritual teung (potong kerbau).

Baca Juga: Menjelajah Karaha Bodas Tasikmalaya, Kawah Gunung Api Muda dengan Lanskap Fotogenik

Upacara Lepa Bura
Upacara untuk menyambut panen padi ini dilakukan masyarakat Lamaholot di Kabupaten Lembata, Flores Timur.

Sebelum agama Katolik masuk, upacara ditujukan pada Lera Wulan Tana Eka atau Tuhan Langit dan Bumi.

Sekarang berubah menjadi upacara memuja dan memohon pada Yesus Kristus.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Picu Banjir, Berikut Panduan Kesiapsiagaan untuk Warga

Upacara berlangsung beberapa hari.

Di hari pertama masyarakat berkumpul di rumah kepala desa untuk berdoa dan memberikan persembahan untuk Tuhan.

Mereka juga berpantang dan puasa demi hasil panen yang baik.

Di hari kedua bernyanyi dan menari dan di hari ketiga hasil panen dibagikan pada seluruh masyarakat.***

Halaman:

Tags

Terkini