ragam

4 Olahan Belut Nusantara, Diracik Sedemikian Rupa Agar Lezat Tanpa Amis

Selasa, 14 April 2026 | 11:30 WIB
Pecak belut khas Pemalang, Jawa Tengah. (X/@AfifFuadS)

Pemerintah Kabupaten Merangin sering menyajikannya saat menjamu tamu kehormatan.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Bali, Karang Boma Cliff Tawarkan Sunset Cantik dari Tebing

Untuk keripik, belut yang digunakan bukan belut berukuran besar melainkan belut sawah. Ukurannya kecil. (tamanmartani.id)

Keripik belut
Camilan tradisional ini berasal dari Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Uniknya belut yang digunakan bukan belut berukuran besar melainkan belut sawah. Ukurannya kecil.

Proses pembuatannya belut yang sudah dibersihkan dibumbui aneka rempah dan perasan jeruk.

Setelah itu dilumuri tepung dan digoreng sampai kering.

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan saat Menghadapi Rekan Kerja yang NPD

Tollo lendong. Dalam bahasa Toraja, lendong artinya belut hitam. Orang sering menyebut menu ini rawonnya Toraja. (dapurmasako via Kompasiana/Eunike Pakiding)

Tollo lendong
Dalam bahasa Toraja, lendong artinya belut hitam. Orang sering menyebut menu ini rawonnya Toraja.

Tollo lendong terbuat dari belut hitam yang dibakar dulu untuk menghilangkan aroma amisnya.

Setelah itu diberi kluwak dan ditumis dengan aneka bumbu rempah.

Tollo lendong selalu disajikan acara adat, pesta pernikahan, upacara kematian, dan Natal.***

Halaman:

Tags

Terkini