Kuliner Khas Kuningan yang Sering Dikira Mirip dengan Kuliner Cirebon, Padahal Tidak!

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 11:30 WIB
Nasi kasreng yang sederhananya hanya berisi nasi, toge mentah, udang rebon, dan sambal. Biasanya dimakan dengan ditambahkan gorengan. (Facebook/Nasi Kasreng Beringin)
Nasi kasreng yang sederhananya hanya berisi nasi, toge mentah, udang rebon, dan sambal. Biasanya dimakan dengan ditambahkan gorengan. (Facebook/Nasi Kasreng Beringin)

Kue satu terbuat dari kacang hijau kupas digiling halus. Teksturnya lembut, bisa leleh di dalam mulut.

Proses pembuatan kue satu sangat rumit dan sekarang sedikit yang mampu membuatnya.

Tidak heran kalau langka. Bila ingin menikmati kue satu, orang memesannya jauh-jauh hari.

Baca Juga: Bernuansa Ala Jepang, Cafe Hits Instagramable Ini Ternyata Ada di Kuningan, Punya View Gunung Ciremai!

5. Hucap
Hucap boleh dibilang singkatan dari tahu dan kecap, dua unsur utama menu ini.

Penyajiannya sedikit mirip dengan ketoprak atau kupat tahu.

Hucap sering juga dihidangkan dengan bumbu kacang, ketupat dan kerupuk.

Satu porsi hucap Rp8.000-Rp12.000. Penjualnya mudah ditemukan di jalan dan pasar.

Baca Juga: Foto-foto di Telaga Biru Cicerem, Destinasi Wisata Ala Negeri Dongeng yang Jadi Kebanggaan Waga Kuningan

Peyeum ketan bercita rasa manis, gurih, dengan sedikit asam. (indonesiakaya.com)

6. Peyeum ketan
Bila peyeum Bandung terbuat dari singkong, peyeum Kuningan terbuat dari beras ketan.

Beras ketan, baik putih atau hitam, yang sudah dikukus difermentasi dengan ragi.

Setelah itu dibungkus dengan daun jambu ditambah daun katuk, dan didiamkan selama 2-4 hari.

Baca Juga: Ajak Stakeholder Tanam Pohon Bersama di Kawasan Hutan, Perhutani Kuningan Tumbuhkan Kepedulian dan Tanggung Jawab Bersama

Peyeum ketan teksturnya lembut dan sedikit basah karena itu sering dijual dalam wadah plastik.

Cita rasanya manis gurih dengan sedikit rasa asam yang tajam.

Penyeum ketan banyak dijual di kaki lima dan toko. Harganya Rp55.000-Rp100.000 per ember.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Sumber: direktorat pai

Tags

Artikel Terkait

Terkini