ragam

Upacara Adat di Nusa Tenggara Timur yang Masih Terjaga, dari Tradisi Menjadi Atraksi Budaya Populer

Kamis, 15 Januari 2026 | 08:30 WIB
Ritus Pasola dilakukan masyarakat Sumba Barat. Upacara diselenggarakan setiap merayakan musim tanam padi. (exploresumba.com)

Upacara Adat Reba
Ini merupakan upacara adat terbesar masyarakat Ngada di Bajawa, Kabupaten Nagada, NTT.

Tujuan upacara merayakan tahun baru adat dan mengucap syukur atas hasil bumi.

Serta penghormatan pada leluhur dan Dewa Zeta Nitu Zale, dewa kepercayaan masyarat Ngada.

Upacara dilangsungkan setahun sekali, antara Januari dan Februari.

Baca Juga: Ide Destinasi Weekend! Tiket Masuk Ancol Rp35.000 Bonus Voucher Makan Rp20.000

Penghitungan tanggalnya berdasarkan kalender adat, paki sobhi oleh Mori Kepo Vesu atau pemegang adat istiadat.

Pada upacara adat ini seluruh warga berkumpul di halaman kampung adat.

Mereka memainkan gong dan tambur sambil melantunkan syair adat.

Upacara adat ini sudah disahkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2017.

Baca Juga: Rekomendasi Gerai Cheesecake Terbaik di Jepang, Kuliner Paling Diburu Warga Lokal dan Turis

Upacara Bijalungu Hiu Paana berlangsung setahun sekali, sekitar akhir Februari. Tujuannya untuk menyambut musim baru sekaligus memohon hasil panen yang berlimpah. (nttmediaexpress.com)

Upacara Bijalungu Hiu Paana
Upacara dilakukan masyarakat Wanokaka di Sumba Barat.

Upacara Bijalungu Hiu Paana berlangsung setahun sekali, sekitar akhir Februari.

Tujuannya untuk menyambut musim baru sekaligus memohon hasil panen yang berlimpah.

Baca Juga: Situ Sidomukti Depok, Spot Mancing Tenang dengan Lele Jumbo yang Datang Alami

Halaman:

Tags

Terkini